Beranda Internasional Kartel Narkoba Meksiko Serang Kantor Konsulat AS

Kartel Narkoba Meksiko Serang Kantor Konsulat AS

50
0
foto ist

GUADALAJARA – Konsulat Amerika Serikat di kota Guadalajara, negara bagian Jalisco Meksiko diserang oleh pihak tak dikenal pada Sabtu pagi (1/12) waktu setempat, atau hanya beberapa hari jelang pelantikan Presiden Meksiko terpilih, Andres Manuel Lopez Obrador. Pelaku menyerang dengan melemparkan granat ke arah gedung konsulat Serangan dilakukan dengan menggunakan granat.

Syukurnya tak ada korban jiwa maupun korban luka dalam serangan tersebut. Otoritas keamanan Meksiko mengaku sedang menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap pelakunya. Sedangkan J

aksa negara bagian Jalisco menulis di akun twitter-nya, kalau pemerintah federal telah mengambil alih penyelidikan atas insiden tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, pejabat konsulat mengatakan kalau pihaknya terpaksa harus menutup sementara layanan di konsulat, meski tak ada korban luka dalam peristiwa itu. ”Konsulat ditutup pada saat itu dan tidak ada cedera. AS dan otoritas Meksiko sedang menyelidiki kasus ini, dan kami akan memberikan informasi lebih lanjut,” demikian pernyataan itu disampaikan, seperti dilansir oleh Fox News, Minggu (2/12).

Untuk diketahui, Jalisco  adalah markas dari Jalisco New Generation Cartel (JNGC), yang dianggap sebagai salah satu kartel narkoba terbesar di Meksiko, seperti yang disebutkan otoritas hukum Amerika Serikat (AS) dan Meksiko. Pemimpin kartel tersebut adalah Nemesio Oseguera Cervantes alias ’El Mencho’, yang saat ini masuk ke dalam daftar orang yang paling diburu oleh lembaga anti narkoba AS, yakni Drug Enforcement Administration (DEA). Ada hadiah sebesar USD 10 juta atau sekitar Rp 150 miliar dari pemerintah AS kepada siapa saja yang dapat menangkap hidup-hidup El Mencho.

Namun belum ada sumber resmi yang menyebutkan kalau serangan granat itu terkait dengan ’El Mencho’, meskipun serangan itu terjadi hanya satu pekan setelah beberapa video yang diposting di media sosial menampilkan interogasi polisi terhadap salah seorang anggota kartel JNGC.  Pria yang sedang diinterogasi itu selama ini diketahui sebagai ’Sicario’ alias pembunuh bayaran. Dalam rekaman video itu, pria tersebut mengatakan kalau dirinya mendapat order dari ’El Mencho’ untuk menyerang kedutaan atau kantor konsulat AS di Meksiko.

Seorang agen khusus yang bertugas di Divisi Operasi Khusus Operasi Penegakan Narkoba bernama  Derek Maltz mengatakan kepada Fox News bahwa ada beberapa informasi yang belum dikonfirmasi beredar pekan lalu bahwa El Mencho atau anggota JNGC mengancam akan membom Kantor Kedubes atau Konsulat AS di Meksiko. Menurut Maltz, serangan itu bisa saja dilakukan pesaing JNGC sebagai cara untuk mendiskreditkan lawannya. ”Namun yang jelas JNGC bertanggung jawab dalam pengiriman berton-ton kokain, methamphetamine, dan heroin ke Amerika Serikat. Sebab seperti kartel narkoba besar yang lain, JNGC beroperasi di seluruh dunia, dan telah memperluas operasinya ke luar, yakni ke Eropa, Australia, dan Asia,” pungkas Maltz.

Sedangkan sebuah sumber anonim pada otoritas keamanan setempat mengatakan pada Jumat (30/11) atau sebelum serangan granat terjadi, alarm peringatan gedung berbunyi. Tatkala mereka telusuri seisi gedung, ternyata mereka menemukan sebuah petasan besar. ”Mereka (pelaku) sepertinya mau uji coba dulu,” ungkap sumber tersebut. (mel/rmol/jpg]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here