Beranda Internasional Menlu Korea Utara Temui Bashar Al-Assad

Menlu Korea Utara Temui Bashar Al-Assad

46
0
foto ist

DAMASKUS – Situasi geopolitik di Timur Tengah, khususnya Suriah dan sekitarnya mendapat perkembangan baru. Setelah ”insiden” saling serang antara pasukan pertahanan udara Suriah dengan pesawat tempur Israel sepekan lalu, Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong Ho datang menemui Presiden Suriah Bashar Al-Assad ke Kota Damaskus.

Dilansir dari Kantor Berita Korsel Yonhap, dalam pertemuan yang digelar Selasa (4/12) waktu setempat itu, Ri Yong Ho juga menyampaikan pesan dari Presiden Korut Kim Jong Un kepada Assad, sekaligus membahas cara-cara untuk lebih mengembangkan hubungan antara kedua negara. Kunjungan Menlu Korut ini merupakan kunjungan pertama ke Suriah sejak 40 tahun terakhir.

Sebelum ke Suriah, Ho berkunjung ke Vietnam selama empat hari. Di Vietnam Ho menemui Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc. Kantor Berita Korut KCNA menyebutkan, kunjungan Ri Yong Ho ke Damaskus diharapkan dapat mengatur jadwal pertemuan puncak antara pemimpin Korut Kim Jong-un dan Presiden Assad. Sedangkan Assad sejak konflik di negara itu meletus, tak pernah melakukan kunjungan ke luar negeri kecuali ke Rusia. Kunjungan yang dilakukan Assad ke Rusia itu pun dilakukan secara diam-diam, yang mana Rusia tidak menggelar upacara penyambutan.

Kepada Ho, seperti dilansir kantor berita negara Suriah SANA, Presiden Assad mengatakan, ada perbedaan dalam bentuk perang dan tekanan yang dihadapi Suriah dan Korut selama ini. Meski esensi dan tujuannya adalah sama, yakni untuk melemahkan negara-negara yang memiliki tujuan independen dan berani menghadapi proyek-proyek konspirasi negara-negara Barat.

Diberitakan washingtonpost.comtimesofisrael.compresstv.com, dan charlotteobserver.com, Assad mengatakan adanya perlawanan negara-negara independen seperti Suriah dan Korut telah mengubah konstelasi global dan merupakan  kegagalan dari proyek konspirasi Barat. Assad menilai, perang yang sedang dihadapi negaranya dan Korut, sebenarnya bukan hanya tentang Suriah dan Korut, namun adanya rencana untuk menggambar ulang peta dunia.

Ia menyontohkan, pengiriman kelompok teroris Takfiri Daesh yang didukung negara-negara Barat ke Suriah, maupun perang saudara yang terjadi Suriah sejak tujuh tahun lalu, dengan apa yang sedang dialami Korea Utara, adalah tujuan bersama dari konspirasi Barat, yakni untuk melemahkan negara-negara yang berani independen dan memiliki kemerdekaan atas keputusannya sendiri.

Secara blak-blakan Assad mengatakan, permusuhan yang dilakukan AS terhadap semua negara independen di dunia, termasuk Suriah dan Utara, tidak mengenal batas geografis. Karena itu ditegaskan Assad, negara-negara independen harus mampu mengubah arena internasional serta memulihkan keseimbangan, dengan tetap teguh dalam pertarungan mereka melawan plot-plot Barat.

Dalam menanggapi apa yang disampaikan Assad, Menlu Ri Yong Ho mengatakan, bahwa Korut dan Suriah memiliki musuh yang sama. ho melanjutkan, musuh yang sama pula bagi negara-negara yang menolak berbagai kebijakan-kebijakan asing yang bersifat mengintervensi dan menjajah. Karena itu, Ho berharap antara  dapat terus dilakukan peningkatan kerjasama di antara mereka. Dalam kesempatan itu, Ho mengucapkan selamat kepada Suriah atas kemenangannya baru-baru ini dalam menghadapi kelompok-kelompok pemberontak bersenjata. Menurut Ho,  keberhasilan militer dan politik Suriah akan menjadi landasan kuat dalam melakukan rekonstruksi. Ia juga menyampaikan janjinya bahwa pemerintahnya akan selalu mendukung pemerintahan Assad.

Untuk diketahui, selama ini Korut tetap mempertahankan hubungannya dengan rezim Suriah dan selalu menilai pemerintah Assad sebagai salah satu pendukung politik utamanya. Korut juga dituduh memberikan dukungan militer kepada Assad. Sejumlah laporan menyebutkan Korut mengirim senjata kimia ke Suriah, meski Korut dan Suriah menyangkalnya. AS sendiri diperkirakan menempatkan 2 ribu prajuritnya di kawasan Suriah timur sebagai bagian dari kampanye melawan kelompok ISIS. (mel/rmol/met/jpc/jpg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here