Beranda Internasional PM Kanada Bantah Ada Motif Politik

PM Kanada Bantah Ada Motif Politik

53
0
Foto ist

MONTREAL – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan kalau pemerintahnya tidak terlibat apalagi intervensi dalam penangkapan terhadap Chief Financial Officer (CFO) Global alias Direktur Keuangan Internasional Huawei Technologies Co. Ltd,  Meng Wanzhou.

Hal itu disampaikan Trudeau menanggapi penangkapan top eksekutif raksasa perusahaan telekomunikasi China itu.  Ia menambahkan, kalau pihaknya memang diberitahu perihal penangkapan itu, meski ia sendiri tidak berperan sama sekali terkait penangkapan tersebut. ”Pihak yang berwenang dalam mengambil keputusan dalam kasus ini tanpa intervensi sama sekali maupun keterlibatan politik (kami). Dan saya dapat meyakinkan semua orang bahwa kita adalah sebuah negara (dengan) sistem peradilan yang independen. Selanjutnya kami akan mendapat masukan dan pemberitahuan terkait kasus ini,” terang Trudeau di Montreal, Jumat, (7/12).

Wanzhou Ditahan

Wanzhou yang juga putri dari Ren Zhengfei selaku pendiri Huawei, ia ditangkap aparat keamanan Kanada ketika sedang transit di Bandar Udara Internasional Vancouver, saat hendak menuju Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (1/12) lalu.  Penangkapan itu berdasarkan permintaan resmi dari otoritas hukum AS setelah menggelar penyelidikan terkait pelanggaran hukum Huawei. Kabar mengenai penahanan Wanzhou baru terungkap di media ketika Wanzhou menghadiri sidang pertama di Pengadilan Vancouver pada Rabu malam (5/12) waktu setempat.

Dalam sidang tersebut, ia mengajukan permohonan agar pengadilan tidak menyebarluaskan rincian kasusnya ke media. Permohonan itu kemudian dikabulkan oleh hakim pengadilan Kanada, sehingga  dakwaan terhadap wanzhou tidak dibeberkan ke publik. Wanzhou kembali dijadwalkan menghadiri persidangan pada Jumat (7/12). Agenda sidangnya,  ia akan menjalani pemeriksaan selama menunggu jadwal ekstradisi ke Amerika Serikat (AS).

Ironisnya, Wanzhou ditangkap di hari yang sama ketika Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu di akhir acara G20 di Buenos Aires Argentina, yang mana keduanya menyepakati ”gencatan senjata” dalam perang dagang yang sudah berlangsung lama dan sengit di antara kedua negara. Trump sendiri mengaku tidak tahu menahu adanya penangkapan tersebut. Ia juga tidak tahu kalau pemerintahnya meminta Kanada untuk mengekstradisi Wanzhou

Otoritas hukum AS sendiri menuding Huawei telah melanggar UU Ekspor dengan terus mengekspor produk telekomunikasinya dari ASke Iran. Padahal pemerintah AS telah melarang adanya produk ekspor ke Iran terkait sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS ke Iran. Selain itu, Huawei juga diduga menggunakan skema sistem perbankan global untuk menghindari sanksi AS ke Iran.  Caranya, Huawei menggunakan jasa jasa HSBC Holdings Plc dan Bank HSBC untuk melakukan transaksi ilegal dengan Iran.

AS juga meminta negara-negara sekutunya agar tak menggunakan produk teknologi China itu. Alasannya, produk Huawei rentan digunakan menjadi alat spionase pemerintah China. Untuk diketahui, Huawei adalah perusahaan pembuat peranti telekomunikasi dan penyedia layanan komunikasi terbesar di dunia. Bahkan Huawei sudah menyalip Apple sebagai pembuat ponsel pintar kedua di dunia setelah Samsung. Huawei secara strategis penting bagi ambisi pemerintah China dalam teknologi jaringan 5G hingga micro chip.

Protes

Pihak Kedutaan Besar China di Ottawa Kanada memprotes keras atas penangkapan itu. Pihak Kedubes China mendesak pembebasan Wanzhou, dan mengatakan akan mengambil semua langkah tegas demi melindungi hak dan kepentingan warga negaranya. Hal senada disampaikan Kemenlu China, Geng Shuang yang mengatakan kalau Kanada dan AS tidak punya bukti kalau Wanzhou telah melanggar hukum di kedua negara itu. Geng menegaskan kembali permintaan Beijing untuk segera membebaskan Meng.

Sementara itu seorang advokat lokal, Gary Botting mengatakan dari pengalamannya menangani kasus ekstradisi, jika hakim mengabulkan permintaan jaminan dari tersangka, maka Wanzhou harus membayar  beberapa juta dolar, sehingga ia bisa bebas dari tahanan sambil menunggu jadwal ekstradisi ke AS. Namun, Wanzhou tetap dipasangi gelang elektronik untuk memantau posisinya, serta pengawasan penuh kepolisian.

”Jika dia (Wanzhou) melawan ekstradisi itu, maka kasusnya bisa berjalan bertahun-tahun, dan Anda harus memiliki bukti-bukti yang kuat yang mendukungnya. JIka tidak melawan, maka dia bisa diekstradisi ke AS dalam beberapa minggu saja,” terang Botting, lalu menyontohkan kasus pengusaha China Lai Changxing yang melarikan diri ke Kanada setelah terlibat kasus penyuapan. (hp/as/jpc/mel/rmol/jpg) [afp, rtr, ap]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here