Beranda Peristiwa Semarang Terapkan PKM Bukan PSBB

Semarang Terapkan PKM Bukan PSBB

151
0
Suasana Simpang Lima Semarang Saat Diberlakukannya PKM

Semarang, BnRNews, dimulai sejak tanggal (27/4) diterapkannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) sesuai Peraturan Walikota no 28 tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Kota Semarang dan Keputusan Walikota Semarang Nomor 443/447 Tahun 2020. Pemerintahpun melarang perpindahan masyarakat dari satu kota ke kota lainnya (karantina kewilayahan) guna memutus rantai penyebaran Virus Corona ini. “Kita tidak menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti kota lainnya, tapi kita terapkan dulu PKM yang rencananya akan dilaksanakan selama 28 hari kedepan (27 april- 24 Mei 2020) hingga kita evaluasi kembali,”papar Walikota Semarang Heni sapaan akrabnya.

Mekanisme PKM masih memberi ruang gerak kegiatan masyarakat dengan kontrol yang ketat, nantinya akan lebih banyak patroli untuk memantau pembatasan kegiatan masyarakat mulai dari ruang lingkup kerja, pendidikan, olah raga, dan tempat umum lainnya. Dengan penerapan sistem PKM ini juga ada bantuan sosial yang diberikan kepada masyarakat terdampak.

Di sektor ekonomi masih diperbolehkan untuk buka seperti restoran dan warung makan dengan batasan pukul 20.00 WIB. Juga pabrik serta pasar tradisional masih diperbolehkan beroperasi dengan ketentuan protokol Covid-19.

Ada 8 pos terpadu di perbatasan dengan wilayah lain, setiap pos pantau ada tiga team patroli yakni anggota TNI, Polri, dan Satpol PP dan tenaga Kesehatan. Berdasarkan Standart operasional Prosedur (SOP) pos Pantau PKM ini petugas bertugas melakukan penghentian kendaraan yang masuk Kota Semarang. Kemudian baik pengemudi ataupun penumpang diwawancarai asal dan tujuan perjalanannya, juga di periksa kesehatannya mulai dari suhu tubuh , kondisi fisiknya, dan lain-lain.

Angkutan umumpun juga ikut di cek perihal aturan social distancing dengan ketentuan maksimal penumpang 50 % dari kapasitas.kendaraan pribadipun yang berkapasitas 7 orang hanya boleh diisi 4 orang terdiri dari 1 pengemudi dan 3 penumpang sedangkan kendaraan pribadi kapasitas 5 orang hanya diisi oleh 3 orang terdiri dari 1 orang. Untuk kendaraan roda 2 maksimal berboncengan 1 orang yang serumah (alamat KTP sama). Setiap pengguna lalu lintas wajib menggunakan masker, dan setiap kendaraan yang masuk ke Kota Semarang akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan. (LamBanK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here