Beranda Ekonomi Bisnis Luhut : Wisata Internasional Baru Akan Pulih Akhir 2020

Luhut : Wisata Internasional Baru Akan Pulih Akhir 2020

133
0
Foto Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. (foto dok Humas Kemenko Marves)

BnRNews.id – Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan masyarakat, tidak terkecuali sektor pariwisata. Melalui Kemenko Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), pemerintah terus berupaya melakukan terobosan guna mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, pemerintah mendorong program Bangga Berwisata di Indonesia.

”Kalau kita lihat permasalahan utama adalah turunnya angka perjalanan domestik dan berkurangnya nilai pengeluaran per perjalanan oleh wisatawan nusantara. Nah, tujuan kebijakannya adalah untuk membangun rasa bangga dan kepemilikan atas kegiatan berwisata di dalam negeri, sehingga mendorong masa tinggal yang lebih lama dan pengeluaran yang lebih tinggi,” kata Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam rakor virtual terkait Bangga Berwisata di Indonesia, Kamis (7/1/2021).

Ia menambahkan bahwa program ini bisa berjalan dengan baik apabila diikuti dengan pelaksanaan vaksin yang lancar.  Untuk itu, program pariwisata juga harus dipersiapkan. Ia memperkirakan wisata domestik akan mengalami pemulihan satu hingga dua tahun lebih cepat dibandingkan wisata ke luar negeri.

Wisata internasional sendiri kata Luhut baru akan pulih pada akhir 2022 atau awal 2023. Karena itu menurut Luhut, pembangunan pada lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas DPSP harus dipercepat, sehingga ketika pariwisata kembali pulih, wisatawan sudah dapat menikmati destinasi yang berkualitas.

5 DPSP itu sendiri, yang sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo adalah Candi Borobudur, Danau Toba, Mandalika, Likupang, dan Labuan Bajo.

Adanya pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan pergeseran tren perjalanan wisata ke destinasi luar ruang dan aktivitas luar ruang dan aktivitas olahraga. Terkait hal ini, Luhut menegaskan pentingnya perhatian pada sport tourism, produksi souvenir buatan dalam negeri, serta UMKM dengan kualitas yang bagus. ”Kampanye Bangga Berwisata di Indonesia ini agar disinergikan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” tandas Luhut.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang turut hadir secara virtual juga turut menyampaikan pandangannya. Menteri Sandiaga menyepakati bahwa Gernas BBI dengan Bangga Berwisata di Indonesia dapat diselaraskan dalam satu narasi.

Menurut Sandi, penggunaan tagline #DiIndonesiaAja itu dapat menjadi salah satu trending atau top of mind yang dapat didorong ke depan. Menurutnya, konteks kondisi pariwisata wisata kita sekarang 70 persen turun yang sejalan dengan global. Kepercayaan untuk travel saat ini memang rendah.

”Karena itu, kami melihat pandemi menciptakan tren baru. Pemulihan wisata harus berfokus pada wisatawan nusantara, karena kalau bukan kita, siapa, dan kapan lagi,” ujar Sandi.

Ia menilai, pemulihan pariwisata akan dilakukan di 5 DPSP sekaligus dilakukan trial run. Akan diturunkan pula produk ekonomi kreatifnya serta upaya untuk terus berinovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan konsep Bangga Berwisata di Indonesia.

”Target untuk #DiIndonesiaAja ini adalah kaum milenial dan menurut saya langkah ini baik dan tentunya harus bersandingan dengan BBI. Jadi ekonomi kreatif 17 subsektor itu kami persiapkan juga,” pungkas Sandi. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here