Beranda Peristiwa Penyelam : Kondisi Pesawat Hancur Total, Tinggal Serpihan Puing di Dasar Laut

Penyelam : Kondisi Pesawat Hancur Total, Tinggal Serpihan Puing di Dasar Laut

881
0
Foto penyelam dari Kopaska TNI AL sedang mencari tubuh para korban di perairan Kepulauan Seribu. (foto istimewa)

bnrnews.id – Tim penyelam TNI AL yang menjelajahi dasar laut di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu sudah menemukan serpihan bangkai pesawat naas itu.

Mayor Laut (P) Edy Tirtayasa yang merupakan salah seorang penyelam dari Kopaska TNI AL mengatakan kondisi badan pesawat di dasar laut hancur berantakan. Menurutnya, serpihan pesawat ditemukan di kedalaman sekitar 16 meter.

”Masih banyak potongan di bawah laut. Puing-puingnya kecil-kecil. Kejadiannya sama persis seperti Lion Air. Mungkin karena laut dangkal, maka impact-nya langsung kena,” ujar Edy di perairan Kepulauan Seribu, Minggu (10/1/2021).

Edy memperkirakan badan pesawat hancur menjadi serpihan lantaran pesawat dalam kecepatan tinggi  menukik jatuh lalu masuk ke dalam laut lalu membentur dasar laut yang dangkal yang kedalamannya hanya sekitar 16 meter itu. Ia menambahkan kalau Perairan Kepulauan Seribu lebih dangkal daripada Perairan Karawang yang mana pada 2018 pesawat Lion Air jatuh di Perairan Karawang itu.

”Soalnya pesawat yang berada di dasar laut sudah tidak berbentuk lagi. Pesawat hancur. Tinggal serpihan-serpihan. Mohon maaf kami belum bisa menemukan jenazah utuh,” ungkap Edy yang juga merupakan Dankima Satuan Kopaska Komando Armada I ini.

Hingga Minggu siang, tim pencari setidaknya sudah menemukan dua potongan tubuh daging manusia dari dasar laut. Ditemukan pula tas pakaian, satu unit ponsel, beberapa potong pakaian anak-anak, sobekan pakaian warna merah muda, pecahan ban pesawat, untaian kabel kelistrikan pesawat, pelampung penumpang , bagian runcing dari kerucut yang biasa ada di sayap, serta potongan badan pesawat warna biru merah. Seluruh serpihan yang ditemukan ditemukan di kedalaman sekitar 15 hingga 20 meter di perairan sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki itu dikumpulkan di Pelabuhan JICT 2 Tanjung Priok Jakarta Utara.

Untuk diketahui, pada Senin pukul 06.33 WIB tanggal 29 Oktober 2018 pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT- 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di perairan Karawang Jawa Barat. Saat itu pesawat membawa 189 orang yang terdiri dari 179 penumpang dewasa, 1 penumpang anak, 2 bayi, 2 pilot, dan 5 kru pesawat. Seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia.

Sedangkan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak SJY 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 dengan membawa 62 orang, yang terdiri dari 50 penumpang dengan rincian 40 penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, dan 3 bayi, serta 12 crew pesawat dengan rincian 6 crew aktif termasuk pilot dan co pilot pesawat ditambah 6 ekstra crew. (ibe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here