Beranda Internasional Kasus Covid-19 Melonjak, Raja Malaysia Umumkan Keadaan Darurat

Kasus Covid-19 Melonjak, Raja Malaysia Umumkan Keadaan Darurat

68
0
foto : Raja Malaysia (istimewa)

bnrnews.id – Melonjaknya kasus positive Covid-19 di Malaysia belakangan ini membuat Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah mengumumkan status keadaan darurat yang akan diberlakukan di seluruh negeri. Pemberlakuan kondisi darurat ini diberlakukan selama 6 bulan 20 hari, yakni mulai 12 Januari 2021 hingga 1 Agustus 2021, namun dapat dipercepat kalau angka harian kasus positif Covid-19 dapat diturunkan secara efektif.

Dalam pengumuman kondisi darurat itu, Raja juga mengimbau supaya masyarakat disiplin dalam mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan semua perintah yang ditetapkan oleh Pemerintah dan instansi Pemerintah terkait selama kondisi darurat ini. ”Jika tidak diatasi dan dikendalikan secara efektif, maka itu akan merugikan kesehatan rakyat dan kesejahteraan negara,” bunyi pengumuman tersebut.

Pengelola Bijaya Diraja Datuk Indera Ahmad Fadil Syamsuddin mengatakanpemberlakuan kondisi darurat karena mempertimbangkan keselamatan rakyat dan kepentingan negara. ”Hal ini juga berdasarkan data statistik Covid-19 saat ini, khususnya kendala fasilitas logistik sesuai negara bagian yang telah dipresentasikan dalam sesi briefing,” terang Datuk Indera di Malaysia, Selasa (12/1/2021).

Menurutnya, Al-Sultan Abdullah juga menyetujui untuk membentuk Komite Independen yang terdiri dari Pemerintah dan anggota parlemen dari pihak oposisi serta ahli kesehatan dan ahli terkait. ”Komite Independen ini akan merekomendasikan kepada Yang Mulia Raja jika pelaksanaan darurat ini bisa dihentikan lebih awal,” ujar Datuk Indera.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menegaskan bahwa keadaan darurat yang diumumkan di Malaysia hingga Agustus 2021 sama sekali tidak terkait dengan kudeta militer. Muhyiddin juga mengatakan bahwa selama masa darurat ini, tidak ada jam malam atau penguncian (lockdown) yang diberlakukan. Selain itu pemerintahan sipil juga akan berjalan seperti biasa.

”Izinkan saya meyakinkan Anda bahwa selama masa darurat, pemerintahan sipil akan tetap berfungsi. Proklamasi darurat oleh Yang di-Pertuan Agong bukanlah kudeta militer, dan jam malam tidak akan diberlakukan,” tegas Muhyiddin dalam pidatonya, Selasa (12/1/2021).

Muhyiddin juga mengumumkan bahwa enam negara bagian Malaysia akan ditempatkan di bawah perintah pengendalian gerakan (MCO) mulai Rabu (13/1/2021). MCO itu akan berlaku di Johor, Melaka, Selangor, Penang, Sabah dan Wilayah Federal Kuala Lumpur, Putrajaya dan Labuan hingga 26 Januari.

Sesuai konstitusi Malaysia, Raja dibolehkan mengumumkan keadaan darurat jika ada suatu keadaan yang mengancam keselamatan atau kehidupan ekonomi dan persatuan negara. Dalam hal ini pandemi Covid-19 yang telah menjadi ancaman besar bagi kehidupan dan perekonomian Malaysia.

Untuk diketahui, sesuai data statistik, sebanyak 15 rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 mencatat tingkat rawat inap non-ICU lebih dari 70 persen. Di Klang Valley, penggunaan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19 di RS Kuala Lumpur dan University of Malaya Medical Center sudah mencapai 100 persen, sedangkan di RS Sungai Buloh sudah mencapai 83 persen. Sedangkan tingkat penggunaan tempat tidur ICU untuk pasien Covid-19 di Perak, Selangor, Melaka, Terengganu, dan Sarawak sudah melebihi 70 persen.

Sedangkan sesuai data worldometers.info/coronavirus, Malaysia dengan populasi 32.585.385 penduduk, memiliki jumlah kasus Covid-19 sebanyak 151.533 kasus, dengan lonjakan kasus baru sebanyak 3.309 kasus serta kasus aktif sebanyak 30.390 kasus. Untuk angka kematian akibat Covid-19 di Malaysia hingga hari ini sudah mencapai 559 orang. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here