Beranda Politik Hukum Indonesia – China Kerjasama Kembangkan Twin Park Hingga Kesehatan

Indonesia – China Kerjasama Kembangkan Twin Park Hingga Kesehatan

283
0
Foto Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menlu China Wang Yi di tepian Danau Toba Sumatera Utara. (foto dok Humas Kemenko Marves)

bnrnews.id – Pertemuan Menko maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dengan Menlu Tiongkok Wang Yi menyaksikan penandatanganan dokumen kerjasama (MoU) terkait proyek kerja sama ’Two Countries Twin Park’ di Parapat Sumatera Utara.

Tujuan kerja sama ini untuk membangun model baru industri antara Indonesia dan Tiongkok, membentuk dasar yang efisien bagi investasi dan perdagangan dua arah, serta memperkuat pertukaran kerja sama ekonomi dan perdagangan.

Terkait bidang tersebut, Luhut mengatakan bahwa kedua negara Indonesia dan China akan membuka diri untuk membangun rumah sakit internasional agar tercipta kerja sama yang lebih mumpuni antara rumah sakit, pertukaran dokter dan tenaga kesehatan, serta kolaborasi riset dan teknologi antarnegara.

Dalam hal riset, Luhut juga mengundang perguruan tinggi China bekerja sama riset di bidang herbal.  Pemerintah Indonesia saat ini tengah menyiapkan area seluas 500 hektar di Humbang Hasundutan Sumatera Utara yang akan difungsikan sebagai Pusat Herbal dan Hortikultura. Wilayah tersebut dibangun karena Indonesia memiliki potensi tanaman obat herbal yang besar dan setiap tahunnya, 40 persen penduduk Indonesia mengandalkan obat herbal untuk menjaga kesehatannya. Di lokasi tersebut  akan didirikan area demo pertanian, kantor, tempat tinggal, guest house, laboratorium, dan ladang pengumpulan plasma nutfah.

”Selain itu, di tengah pandemi ini, saya juga berharap agar kerja sama ekonomi kita tidak berhenti dan dapat terus ditingkatkan. Indonesia memiliki sumber daya yang kaya sehingga diharapkan Indonesia dapat memperluas pasar produknya di RRC, termasuk akses bagi produk sarang burung walet, perikanan, buah tropis, dan batu bara,” jelas Menko Luhut di kawasan Danau Toba, rabu (13/1/2021).

Dalam pertemuannya dengan Wang Yi, Luhut juga membahas pentingnya kerja sama pengembangan industrial park. Kedua negara akan mengimplementasikan kerja sama bertajuk ’Two Countries Twin Park’ yang diusulkan Pemprov Fujian dengan melibatkan Yuanhong Industrial Park dengan Kawasan Industri Bintan, Kawasan Industri Aviarna, dan Kawasan Industri Batang. Pembangunan tersebut  diharapkan dapat menjadi model untuk kerja sama selanjutnya antara Indonesia dan China. Pada masa mendatang, perusahaan asal China juga melakukan investasi di Indonesia, khususnya di bidang hilirisasi industri, mobil listrik, dan baterai lithium.

”Investasi Tiongkok di Indonesia telah memenuhi 4+1 Rule of Thumb yang ditetapkan pemerintah Indonesia, yakni ramah lingkungan, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja dengan menggunakan tenaga kerja lokal, menciptakan nilai tambah, dan model kerjasama business to business (B2B). Selain itu, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung juga diharapkan dapat diperpanjang menjadi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung-Surabaya. Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan kepada Presiden Xi Jinping agar RRT dapat berpartisipasi dalam proyek tersebut,” ungkap Luhut.

Untuk mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, investor China diminta turut  mengembangkan SDM lokal, mulai dari memberikan pelatihan vokasi untuk 11 bidang, seperti terkait Internet of Things, Artificial Intelligence, Big Data, Electric Vehicle, dan manufaktur baterai. Tiongkok juga telah berkomitmen untuk mendirikan politeknik industri serta meningkatkan jumlah penerima beasiswa dari pelajar Indonesia, ditambah dengan pertukaran tenaga pengajar dan magang kerja. ”Kami harap kedua negara dapat bekerja untuk mendorong realisasi dari program ini,” pungkas Luhut. (ibe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here