Beranda Peristiwa Terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Terpapar Covid-19, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

218
0
Foto Syekh Ali Jaber (foto istimewa)

bnrnews.id – Setelah menjalani perawatan selama 19 hari di RS Yarsi Cempaka Putih Jakarta Pusat, akhirnya ulama besar Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam usia 44 tahun. Ia dinyatakan meninggal oleh tim dokter pada Kamis (14//1/2021) pukul 08.38 WIB.

”Telah meninggal dunia Syekh Ali Jaber pada usia 44 tahun di ruang ICU Rumah Sakit Yarsi setelah menjalani perawatan selama 19 hari,” kata Manajer Humas & Pemasaran RS Yarsi Elly M Yahya, Kamis (14/1/2021).

Menurut Elly, sebenarnya dalam beberapa hari terakhir Syekh Ali Jaber sudah dalam kondisi stabil. Namun, takdir berkata lain. ”Beliau wafat pada hari ini, Kamis, 14 Januari 2021, pukul 08.38 WIB,” kata Elly. Pihak rumah sakit tak menjelaskan sakit yang diderita Syekh Ali Jaber.

Padahal sehari sebelum meninggal, Abu Raras yang merupakan salah satu kerabat Syekh Ali Jaber, menjelaskan kondisi kesehatan terkini beliau semakin membaik usai terkonfirmasi positif Covid-19. ”Kabar Syekh Ali Jaber Alhamdulillah keadaannya stabil baik. Saat ini masih ditidurkan dulu, untuk istirahat dan memastikan organ vitalnya sempurna fungsi dan kinerjanya. Gak ada demam, kondisi jantung bagus, organ yang lain baik, oksigen juga normal,” terang Abu Raras.

Meski begitu Abu Raras tetap meminta kepada umat Islam dan para jamaah Syekh Ali Jaber untuk terus mendoakan kebaikan dan kesembuhan. ”Kita semangat mendoakan, bantu terus ya didoakan. Kalau bisa dorong juga ya dengan washilah amal sholeh Sedekah Subuh, Sholawat, dan Bacaan Quran, itu kegemaran Syekh Ali Jaber yang sering diajarkan kepada kita,” himbau Abu Raras.

Untuk diketahui, kondisi kesehatan Syekh Ali Jaber diketahui menurun, khususnya sejak beliau mengumumkan dirinya positif terpapar Covid-19 pada Selasa (29/12/2020) lalu. Hal itu ia sampaikan melalui video yang kemudian diunggah akun yayasannya, @yayasan.syekhalijaber.

Dalam video tersebut, Syekh Ali Jaber tampak memakai alat bantu oksigen. Ia mengaku tak menyangka bisa positif Covid-19. ”Alhamdulillah inalilah subhanallah. Gak menyangka. Padahal sudah sering swab berkali-kali dan (hasilnya) selalu negatif. Beberapa hari lalu awal langkah mulai panas, kemudian batuk. Saya rasa panas biasa-biasa saja,” kata Syekh Ali Jaber.

Ia juga menegaskan selalu berusaha semaksimal mungkin mematuhi protokol kesehatan, menerapkan 3M, dan jarang bertemu banyak orang. ”Coba bayangkan saya jarang ketemu siapa-siapa. Kalau pun ketemu, saya selalu memenuhi protokol jaga 3M, kemudian menjauh dari kerumunan dan keramaian. Tapi subhanallah kalau sudah qadarullah wa hadhr la Yuni Minal qadar. Kalau sudah ditakdirkan oleh Allah pasti datang ujian,” tuturnya.

Diungkapkan pula oleh Syekh Ali Jaber kalau awalnya  dirinya merasa demam, batuk, hingga sesak napas. Sempat hanya ingin menjalani karantina mandiri, Syekh Ali Jaber akhirnya memutuskan dirawat di rumah sakit lantaran tak kuat dengan kondisinya.

Namun ketika mulai dirawat di ruang Intensif Care Unit (ICU) di sebuah rumah sakit di swasta Jakarta kondisi Syekh Ali Jaber justru terus memburuk. Melalui admin yang mengelola akun Instgram pribadinya, @syekh.alijaber disebutkan kalau Syekh Ali Jaber yang sedang dirawat di ruang ICU belum bisa berkomunikasi secara daring.

Setelah dirawat beberapa hari di ICU, akun media sosial @yayasan.syekhalijaber menyebutkan kalau Syekh Ali Jaber mengalami beberapa gangguan fisik setelah mengidap Covid-19, sehingga harus beristirahat total. ”Syekh Ali masih harus tetap istirahat total secara terkontrol dan terukur, demi memperbaiki dan memulihkan kembali beberapa gangguan jasmani yang terjadi akibat Covid-19,” tulis admin akun itu.

Memaafkan pelaku penusukan

Pada Agustus 2020, peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber sempat menghebohkan pemberitaan di Indonesia. Ulama asal Madinah ditusuk seorang pemuda yang belakangan diketahui bernama Alpin Andrian saat dirinya sedang berdakwah Masjid Falahudin Tanjung Karang Bandar Lampung pada Minggu (13/8/2020) lalu.

Saat itu pelaku mengarahkan pisau ke bagian leher dan dada Syekh Ali Jaber. Serangan pelaku berhasil dihindari. Akan tetapi, Syekh Ali Jaber mengalami luka di bahu kanan. Setelah serangan tersebut, Syekh Ali Jaber meminta kepada jemaahnya untuk menahan diri dengan tidak menyerang balik pelaku. Pelaku kemudian diserahkan kepada pihak berwajib. Ketika kasus ini sudah memasuki persidangan, Syekh Ali Jaber memaafkan kesalahan pelaku ketika menghadiri persidangan secara virtual pada Kamis (26/11/2020).

Pelaku yang masih tergolong muda itu mengucapkan permintaan secara terbata-bata. ”Buat Pak Syekh Ali Jaber, saya minta maaf sebesar-besarnya atas perbuatan yang saya lakukan,” kata terdakwa. Syekh Ali Jaber kontan memaafkan sang pelaku. ”Sejak hari pertama kejadian, kamu (terdakwa) sudah saya maafkan,” ujar Syekh Ali Jaber. (ibe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here