Beranda Hukum Dua Tersangka 168 Kredit Fiktif Bank Jogja Resmi di Tahan

Dua Tersangka 168 Kredit Fiktif Bank Jogja Resmi di Tahan

160
0

BnRnews.id – Kejati DIY resmi melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus dugaan korupsi pengucuran kredit fiktif dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR Bank Jogja senilai Rp 27 miliar lebih. Setelah pekan kemarin, kasus tersebut dinaikkan ke tingkat penyidikan, tim Kejati kemudian melakukan penahanan terhadap dua orang tersangka yaitu Pimpinan Cabang PT Indonusa Telemedia berinsial KL dan stafnya yang berinisial FA.

“Ya, sudah kami lakukan penahanan siang ini. Tadi sekitar puku; 13:00,” ujar Plh Kasipenkum Kejati DIY Muhammad Fatin.

Plh Kasipenkum Kejati DIY Muhammad Fatin menegaskan kedua tersangka bersikap kooperatif ketika ditahan pada Kamis siang sekitar pukul 13:00 WIB. Keduanya langsung dibawa ke Rutan Wirogunan Yogyakarta.
“Keduanya kooperatif dan sudah di (rutan) Wirogunan sana,” terangnya.
Muhammad Fatin memaparkan tersangka Kl dan stafnya FA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahamanan dengan Bank Jogja tanpa sepengetahuan pusat.

Pinjaman tersebut diajukan juga tanpa persertujuan PT Indonusa Telemedia pusat yang berkedudukan di Jakarta atau yang populer dengan sebutan Transvision itu.

“Awalnya Transvision itu bisa MoU dengan pihak ketiga, dalam hal ini pihak BPR. Nah, MoU ini harusnya ada sepengetahuan pusat. Namun ini kan tanpa sepengetahuan Transvision pusat,” ungkapnya.

Lebih lanjut Muhammad Fatin menerangkan, tim penyidik Kejati mengambil sejumlah sampel pengajuan kredit PD BPR Bank Jogja yang ternyata fiktif. Dari total 168 debitur yang diduga fiktif, pihak penyidik baru memanggil 40 orang sebagai saksi.

“Ya penyidik masih mendalami, jadi diambil sampel-sampel yang dianggap itu debitur yang menerima pinjaman besar,” tandas Fatin.

Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Bank Jogja berawal dari penandatanganan MoU antara Kosim Junaedi selaku Direktur Utama PD BPR Bank Jogja dengan pimpinan cabang Transvision Yogyakarta Klau Victor Apriyanto pada Agustus 2019 silam.

Dari nota kesepahaman itu, seluruh karyawan PT Indonusa Telemedia atau Transvision Yogyakarta dapat mengajukan peminjaman kredit ke Bank Jogja.

Namun di tahun 2020, Kejati mencium adanya penyelewengan dengan melakukan pengajuan kredit fiktif dengan mengatasnamakan karyawan perusahaan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here