BUNDA TIA DIRIKAN WOMEN BnR SOCIAL COMMUNITY (WBCC) Saatnya Lebih Peduli Sosial, Jangan Hanya Mengurus Lomba Burung Saja

    31
    0

    Situasi pandemi yang hampir 1,5 tahun berlangsung, menjadi keprihatinan tersendiri bagi banyak orang. Salah satunya adalah Bunda Tia, yang tak lain adalah istri dari Bang Boy, yang dikenal sebagai BnR Satoe. Sebagai wanita yang sudah lama aktif melakukan kegiatan sosial, Bunda Tia pun ingin memaksimalkan potensi yang ada di BnR.

    “BnR itu kan sudah banyak cabang di mana-mana di seluruh tanah air, pengurusnya banyak, simpatisannya jauh lebih banyak lagi. Selama ini sebagian besar energi BnR kan memang lebih banyak untuk mengurus hobi burung, sementara kegiatan sosialnya masih sangat kurang. Padahal potensi untuk itu sangat besar sekali,” jelasnya.

    Menurut Bunda Tia, semua orang di dunia memang terdampak secara ekonomi. “Kalau kita bilang pengin bantu kelompok terdampak, semua juga terdampak. Banyak yang merasa perlu dibantu.”

    Bunda Tia menyerahkan bantuan ke dinsos kota bogor

    Di antara semua yang terdampak itu, ada yang kita kenal sebagai kelompok rentan, itulah orang-orang yang pekerjaan dan penghasilannya harian, dan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Bahkan kalau diperhitungkan secara layak dalam pengertian yang umum, sebenarnya kurang.

    “Jangankan untuk menyisihkan sebagian penghasilan atau menabung, untuk memenuhi kebutuhan dasar saja hanya pas-pasan atau sebenarnya malah kurang. Kepada mereka kita juga tidak bisa maksa harus tetap di rumah, meskipun kita tahu itu adalah salah satu cara paling aman untuk menghindarkan diri kita dari paparan virus Covid-19,” tandasnya.

    Kelompok inilah, lanjut Bunda Tia, yang butuh uluran tangan kita semua. “Membantu mereka yang memang sangat membutuhkan, itu tidak harus dalam jumlah yang besar, tapi disesuaikan dengan kemampuan kita. Sekecil apa pun, asal penyalurannya tepat sasaran, pasti akan sangat bermanfaat.”

    Soal bantu-membantu, Bunda Tia percaya selama ini pasti banyak para punggawa BnR maupun para simpatisannya sudah sering melakukannya, meskipun secara pribadi-pribadi. “Nah, kalau itu bisa dikoordinasikan, saya yakin akan jauh lebih besar manfaatnya. Dari yang sedikit-sedikit itu, kalau dikumpulkan dari banyak orang akan jadi besar. Dari anggota dan simpatisan, kita juga bisa berbagi informasi misalnya ada kelompok masyarakat yang benar-benar sangat membutuhkan, kita bisa menyalurkan secara langsung ke situ, atau bisa juga kita salurkan melalui lembaga yang memang sudah berpengalaman menyalurkan bantuan sosial dan kita percayai.”

    Bunda Tia pun terpikir untuk mengkoordinir para istri pengurus BnR agar bisa bergabung dengan WBCC (Women BnR Social Community), demikian juga dengan para putrinya yang sudah mulai tumbuh besar. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk saling membantu.

    “Saat ada lomba, para istri bisa membuka warung, sebagian hasilnya bisa kita sisihkan untuk kegiatan sosial. Pada saat yang sama juga bisa mengumpulkan dari donatur, ya para simpatisan BnR, para peserta lomba, saya yakin juga orang sangat mudah untuk kita mintai jadi donatur, asal kita benar-benar bisa menjalankan itu semua dengan penuh amanah. Itu kuncinya, kalau kita bisa amanah dan dipercaya, akan banyak pihak yang siap menitipkan bantuan ke kita.”

    Bantuan yang sudah terkumpul itu bisa disalurkan di cabangnya masing-masing, untuk masyarakat sekitar. “Sekali lagi, sekecil apa pun itu, pasti akan sangat membantu selama kita bisa menyalurkannya dengan baik. Jadi, jangan terpaku dan hanya menunggu pada hal yang besar-besar, yang penting lakukan dulu apa yang kita bisa, apa yang kita mampu,” tandasnya.

    Sementara itu, Bang Boy mengaku sangat mendukung ide dibentuknya WBCC. “Apa pun namanya, kalau tujuannya untuk kebaikan, pasti kita dukung. Itu juga untuk menyeimbangkan kegiatan BnR yang selama ini memang harus diakui masih lemah dari sisi kegiatan sosial,” ujarnya saat dimintai konfirmasi oleh burungnews.com.

    Menurut Bang Boy, sesungguhnya dalam beberapa kesempatan, BnR juga sudah melakukan kegiatan sosial. “Misalnya saat ada bencana Merapi di Jogja dan Jawa Tengah tahun 2010 yang lalu, demikian pula di saat pandemi ini. Bekerjasama dengan pihak lain, ada juga lomba yang secara khusus semua hasilnya untuk membantu mereka yang terdampak Covid-19. Tetapi dibanding dengan energi yang kita keluarkan untuk mengurus lomba burung, itu memang masih sangat kecil. Makanya ide untuk mengkoordinasikan para ibu-ibu saya kira langkah yang sangat baik dan harus kita dukung. Semoga pelan tapi pasti bisa berjalan dan terus berkembang.” [maltimbus]

    sumber : https://burungnews.com/bunda-tia-dirikan-women-bnr-social-community-wbcc-saatnya-lebih-peduli-sosial-jangan-hanya-mengurus-lomba-burung-saja-berita-17656/

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here