Beranda Politik Hukum LSI: Survei Capres Airlangga Masih Terdepan

LSI: Survei Capres Airlangga Masih Terdepan

21
0

Jakarta – Laboratorium Suara Indonesia (LSI) kembali menggelar survei dengan kuisioner mengenai pilihan partai politik jika pemilihan anggota DPR diselenggarakan saat ini. Hasilnya elektabilitas PDI Perjuangan paling tinggi dengan 17,4 persen.

“Dengan memasukkan hitungan MoE, ada dua partai yang berpeluang mempunyai dukungan suara di atas 10 persen saat survei dilakukan, yaitu Partai Gokar 17,1 persen dan Partai Gerindra 14,3 persen,” ujar Direktur Eksekutif LSI Albertus Dino dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/1/22).

Sementara itu, lanjut Dino, partai lain yang memperoleh suara di atas ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen adalah Demokrat dengan 6,4 persen, PKB 6,2 persen, PKS 5,7 persen dan Partai Nasdem 4,4 persen, PAN 4,1 persen.

“Partai yang di bawah ambang batas parlemen atau parliamentary threshold di antaranya PPP 2,2 persen, Perindo 1,8 persen, Hanura 1,7 persen, PRIMA 1,6 persen, Garuda 1,2 persen, PBB 1,2 persen, Berkarya 0,9 persen, PKPI 0,8 persen, PSI 0,6 persen, Gelora 0,6 persen, dan Partai Umat 0,2 persen Namun, masih ada 11,6 persen responden dalam survei ini yang tidak menjawab pertanyaan tentang pilihan,” terangnya.

Dalam penelitian ini didapati bahwa 83,6 persen responden menginginkan figur Capres 2024 yang dapat menghadapi dampak ekonomi dan sosial akibat Covid-19. Kemudian 86,6 persen responden menilai, saat ini Indonesia butuh pemimpin yang mau mendengar keluh kesah rakyatnya, dan bekerja keras menyelesaikannya.

“Sebanyak 90,6 persen responden setuju bahwa saat ini bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang bisa mengangkat taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, serta tegas namun terarah dalam menerapkan programnya, serta menegakkan peraturan,” jelasnya.

Namun demikian, kata Dino, ketika 1.850 responden ditanyakan secara langsung, nama yang akan dipilih sebagai presiden jika Pilpres digelar hari ini, maka nama Airlangga Hartarto menjadi nama yang paling banyak diinginkan. Ketua Umum Partai Golkar itu dipilih dengan tingkat elektabilitas 19,2 persen.

Kemudian Ganjar Pranowo di urutan kedua denga tingkat elektabiitas 14,3 persen, Prabowo Subianto 11,7 persen, Kasad Jendral Dudung Abdurachman 6,2 persen, Sri Mulyani 4,1 persen, Basuki Tjahaja Purnama 3,7 persen , Ridwan Kamil 3,6 persen, Anies Baswedan 3,5 persen, Gatot Nurmantyo 3,2 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,1persen.

“Puan Maharani 2,7 persen dan Sementara itu, Tri Risma Harini 2,4 persen Erick Thohir 1,4 persen, Muhaimin Iskandar 1,4 persen dan Mahfud MD 1,1 persen. Sementara yang tidak memilih sebanyak 18,4 persen,” jelasnya.

Selain pertanyaan terbuka, lanjut Dino, 1.850 responden juga diberikan pertanyaan tertutup dengan menyodorkan nama nama tokoh didalam kertas kuisioner terkait nama yang akan dipilih sebagai presiden jika pilpres digelar saat survei dilakukan, Kembali nama Airlangga Hartarto menjadi nama yang paling banyak diinginkan. Ia dipilih dengan tingkat elektabilitas 20,3 persen.

Kemudian Ganjar Pranowo diurutan kedua dengan tingkat elektabilitas 16,2 persen, Prabowo Subianto 15,2 persen. Lalu ada nama, Kasad Jendral Dudung Abdurachman 7,1 persen, Gatot Nurmantyo 4,2 persen.

“Puan Maharani 3,7 persen, Anies Rasyid Baswedan 3,6 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 3,3 persen, Basuki Tjahaja Purnama, dan Khofifah Indar Parawansa 2,7 Persen, Ridwan Kamil 1,6 persen, Muhaimin Iskandar 2,4 persen. Sementara itu, Tri Risma Harini 1,4 persen, Sandiaga Uno 2,1 persen, Erick Thohir 1,4 persen dan yang tidak memilih sebanyak 12,3 persen,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here