Australia dan Indonesia Sepakati Pengembangan Fasilitas Pelatihan Pertahanan Bersama

oleh
Bay Ismoyo/AFP via Getty Images
Presiden Indonesia Prabowo Subianto (kanan) dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese (kiri) (foto:Bay Ismoyo/AFP via Getty Images)

BnR News, Jakarta,- Australia dan Indonesia resmi memperkuat hubungan pertahanan mereka melalui pakta baru yang mencakup pengembangan fasilitas pelatihan militer bersama di Indonesia. Kesepakatan ini diumumkan dalam pertemuan antara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta pada 6 Februari 2026. Albanese menyebut kerja sama tersebut sebagai “momen bersejarah” yang menandai 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Dalam pernyataannya, Albanese menegaskan bahwa kedua negara tidak hanya berbagi salah satu batas maritim terpanjang di dunia, tetapi juga komitmen kuat terhadap stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Ia menambahkan bahwa hubungan tersebut kini melampaui sekadar kemitraan, melainkan persahabatan erat yang dibangun atas kepercayaan mendalam.

Salah satu poin utama dalam pakta pertahanan tersebut adalah dukungan bersama untuk mengembangkan fasilitas pelatihan pertahanan di Indonesia. Infrastruktur ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menyelenggarakan latihan militer gabungan, baik dengan Australia maupun negara mitra lainnya. Langkah ini sejalan dengan tujuan kedua negara untuk meningkatkan interoperabilitas serta memperkuat kesiapan regional menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks.

Selain itu, Australia membuka peluang bagi Indonesia untuk menempatkan seorang perwira senior di lingkungan Angkatan Pertahanan Australia. Penempatan ini diharapkan memperdalam hubungan institusional sekaligus memperkuat pertukaran pengalaman antarpersonel militer. Indonesia juga akan memperluas partisipasinya dalam program pertukaran pendidikan militer guna membangun pemahaman lebih baik di antara para pemimpin militer generasi mendatang.

Tidak hanya terbatas pada bidang pertahanan, kedua negara juga meningkatkan kolaborasi ekonomi melalui penandatanganan nota kesepahaman antara pemerintah Australia dan Dana Kekayaan Negara Indonesia, Dhanantara. MoU ini bertujuan memperkuat pertukaran informasi, meningkatkan kerja sama, serta membuka peluang investasi dua arah yang diyakini dapat memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara.

Australia sebelumnya juga menerima undangan untuk berinvestasi di dana kekayaan tersebut sebagai bagian dari pendekatan yang lebih luas dalam memperdalam keterlibatan ekonomi dengan Asia Tenggara. Langkah ini dinilai sejalan dengan strategi Australia untuk memperluas pasar dan meningkatkan hubungan ekonomi melalui kolaborasi regional.

Pakta pertahanan Australia–Indonesia yang baru ini merupakan yang keempat ditandatangani Canberra dalam beberapa bulan terakhir, menandai upaya intensif Australia untuk memperkuat jaringan kemitraan keamanan di Indo-Pasifik. Sebelumnya, Australia menandatangani kerja sama maritim dengan India, perjanjian pertahanan yang diperluas dengan Singapura, serta kesepakatan pertahanan bersama Papua Nugini atau “Pukpuk Treaty.”

Kesepakatan terbaru dengan Jakarta dipandang sebagai pilar penting dalam strategi regional Australia untuk menghadapi meningkatnya kompetisi geopolitik, termasuk dinamika yang melibatkan Tiongkok. Dengan memperkuat hubungan keamanan dan ekonomi dengan Indonesia—mitra terbesar di Asia Tenggara—Australia berharap dapat berkontribusi pada stabilitas kawasan serta memperkuat posisi strategisnya.

Kesepakatan ini menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk bekerja sama menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di kawasan Indo-Pasifik. Melalui pembangunan fasilitas pelatihan bersama, pertukaran personel militer, serta kerja sama ekonomi yang lebih erat, Australia dan Indonesia diharapkan dapat memperkuat ketahanan regional sembari memperdalam hubungan bilateral yang telah terjalin selama puluhan tahun.

No More Posts Available.

No more pages to load.