RS UII Siap Terapkan Perpres 59/2024, KRIS Dirancang Nyaman Bak Hotel Bintang Empat

oleh
Abdul Halim Muslih Bupati Bantul Resmikan KRIS Rumah Sakit UII Bantul (foto: WID)
Abdul Halim Muslih Bupati Bantul Resmikan KRIS Rumah Sakit UII Bantul (foto: WID)

BnR News, Bantul — Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan, ditindaklanjuti oleh Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (RS UII) Bantul dengan pembangunan dan peresmian Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) kenyamanan tinggi, modern, dan manusiawi.

Direktur Utama RS UII, dr. Mulyo Hartana Sp.PD., menyampaikan bahwa pembangunan KRIS merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam menjawab perubahan kebijakan kesehatan nasional sekaligus tuntutan masyarakat terhadap layanan yang bermutu dan berkeadilan, Senin (5/1/2026). Fasilitas ini tidak hanya memenuhi standar layanan nasional, tetapi juga menghadirkan suasana perawatan yang nyaman, bahkan menyerupai hotel bintang empat.

“KRIS bukan sekadar kewajiban regulasi. Ini adalah wujud tanggung jawab sosial RS UII untuk menghadirkan layanan rawat inap yang layak, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat,” kata dr. Mulyo Hartana Sp.PD,

Ahmad Shobirin PhD, Direktur PT UEM melengkapi, bahwa pengembangan KRIS dilakukan di lantai 5 dan 6 gedung RS UII, dengan dukungan Yayasan Badan Wakaf UII dan PT Unisia Edu Medika (PT UEM). Optimalisasi dengan penataan ruang rawat inap yang tertata dan rapi. Selain memperhatikan kualitas pencahayaan dan ventilasi yang baik, ICU, ICCU, mushola, serta sarana pendukung lainnya yang mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien.

Hadir Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang memberikan apresiasi terhadap kualitas dan fasilitas KRIS RS UII. Terutama kondisi ruang perawatan dan sarana prasarana kesehatan di RS UII yang menurutnya sangat representatif.

“Fasilitasnya sangat baik, bersih, rapi, dan nyaman. Suasananya seperti hotel bintang empat. Lingkungan yang nyaman seperti ini sangat penting karena berpengaruh pada psikologis pasien dan proses penyembuhan,” ungkap Bupati Bantul.

Pada kesempatan ini Widodo Brontowiyono, Komisaris Utama PT UEM yang juga warga Bantul memberikan kesan positif.
“Ini menunjukkan bahwa RS UII tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai motor pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat lokal,” jelas Widodo didampingi Ahmad Shobirin PhD, Direktur PT UEM.

Menurutnya, dari sisi sosiologis kehadiran RS UII dengan fasilitas KRIS berkualitas dinilai berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantul. Saatini RS UII menyerap tenaga kerja, setidaknya sudah mempekerjakan sekitar 450 pegawai, 70% persen berasal dari warga Bantul.

Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, dr. Yessi Kumalasari, MPH, AAK, juga mendukung terhadap penerapan KRIS, menurutnya KRIS merupakan upaya strategis untuk meningkatkan mutu layanan Jaminan Kesehatan Nasional agar semakin setara, nyaman, dan manusiawi.

Sementara itu pada tempat yang sama, Dekan FK UII, Dr. dr. Isnatin Miladiyah juga sampaikan bahwa kampus FK UII siap merapat untuk mendekati RS UII, demi pengembangan menuju Rumah Sakit Pendidikan Utama.

Dengan peresmian KRIS ini, RS UII menegaskan posisinya sebagai rumah sakit pendidikan yang siap menjalankan kebijakan nasional, sekaligus berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan warga Bantul serta wilayah sekitarnya. (YK 01/VIP)