Terbaru: Israel Perhebat Serangan ke Lebanon, Puluhan Warga Yerusalem Kehilangan Tempat Tinggal

oleh
Rescuers and first-responders stand outside a damaged building following an overnight Israeli strike in Al-Msayleh area in southern Lebanon on October 11, 2025.Mahmoud Zayyat / AFP - Getty Images
Rescuers and first-responders stand outside a damaged building following an overnight Israeli strike in Al-Msayleh area in southern Lebanon on October 11, 2025.Mahmoud Zayyat / AFP - Getty Images

Israel meningkatkan serangan udara di wilayah selatan Lebanon, termasuk di dekat kota Sidon, yang menghancurkan sebuah mobil dan menewaskan sedikitnya tiga orang. Eskalasi ini terjadi bersamaan dengan penggusuran paksa di Yerusalem Timur, di mana otoritas Israel merobohkan sebuah gedung tempat tinggal, memaksa 13 keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka. Sepanjang tahun ini, tercatat lebih dari 370 operasi penggusuran dilakukan di kawasan tersebut.

Sementara itu, situasi di Jalur Gaza tetap memanas meskipun gencatan senjata masih berlaku. Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 12 warga Palestina tewas, termasuk delapan korban yang sebelumnya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Sejak awal konflik pada Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan sekitar 70.937 warga Palestina dan melukai 171.192 orang. Di pihak Israel, tercatat 1.139 korban tewas, sementara sekitar 200 orang masih ditahan sejak serangan 7 Oktober.

Krisis kemanusiaan semakin memburuk, dengan ribuan keluarga Palestina menghadapi kekurangan pangan, obat-obatan, dan tempat tinggal layak. PBB dan organisasi kemanusiaan mendesak Israel untuk mempermudah akses bantuan, sementara Turki menyatakan harapan agar fase kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza dapat dimulai pada awal 2026.