Sleman, BnR News,-– Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan pelatihan berseri untuk tingkatkan proses data akademik dan teknologi informasi di lingkup fakultas. Pelatihan dengan tema pengolahan data dan sistem informasi, juga sebagai upaya mendorong daya saing dari aspek kehandalan pemeliharaan dan olah data. Salah satu bentuknya, pengolahan data akademik, termasuk sumber data sebelum tahun 1990. Pelatihan diselenggarakan selama 4 kali selama 1 bulan, di Laboratorium Komputer Gedung KHA Wahid Hasyim FIAI Kampus Terpadu UII, diikuti tenaga kependidikan bidang akademik dan teknologi informasi. Kegiatan pelatihan sudah dilaksanakan 3 kali, dan pertemuan ke-4 dilaksanakan pada Selasa 02 Desember 2025.
Dalam pelatihan ke-4, dibuka oleh Dr. Nur Kholis, SEI., M.Sh.Ec selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FIAI UII sekaligus memberikan dorongan kepada peserta pelatihan.
“Layanan kita ke depannya diharapkan semakin baik, dan ini menjadi fokus penting dalam layanan kita di FIAI UII, karena semuanya harus basis data. Pengambilan keputusan, semuanya harus basis data, mengambil langkah ke depan kita semuanya basis data. Maka bagaimana mengelola data, menyimpan, menyajikan, mengolah, dan seterusnya, itu adalah bagian yang sangat penting. Apalagi data akademik,” kata Dr Nur Kholis.
Dr Nur Kholis tambahkan, menjadi poin penting yakni berusaha meningkatkan layanan pada stakeholder. Pimpinan FIAI menyambut baik rencana yang transfer of knowledge, dan ini bagian penting dari menanamkan legasi. Legasi luar biasa penting, bahkan dalam Al-Qur’an pun disebutkan bahwa orang-orang terdahulu yang punya pengaruh, punya asar (punya tinggalan). Itu akan diingat oleh generasi berikutnya.
“Nah, jadi tentu legasi ini harus dikuatkan, karena nanti generasi berikutnya akan tahu, oh, dulu ini dikembangkan oleh pendahulu kita seperti ini. Namanya akan menjadi sejarah dan akan menjadi amal jariah yang luar biasa. Kuncinya ilmu yang bermanfaat itu adalah yang diamalkan dan kemudian memberikan manfaat seluas-luasnya. Selama ini para ahli agama mengatakan khairunnas anfa’uhum linnas, artinya sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia,” jelas Dr. Nur Kholis.
Menurutnya, orang bermanfaat itu mesti punya legasi atau bekas, yang kemudian tinggalan itu membuat orang sesudahnya menjadi dimudahkan. Sehingga bukan meninggalkan yang semakin sulit, tapi bagaimana menjadi semakin mudah.
“Siapa orang yang diharamkan dari neraka, dan neraka pun haram dari orang itu? Yaitu orang yang karakternya adalah qarībun sahlun. Orang yang dekat, maksudnya berarti kita harus punya kedekatan yang baik dengan teman-teman kita, dan kemudian orang yang memudahkan. Jadi, memudahkan itu ternyata kunci masuk surga, karena neraka saja tidak mau nerima. Maka mari kita berusaha untuk memudahkan, memberikan layanan yang sangat memudahkan. Apapun permasalahannya, bagaimana dibuat menjadi mudah, tapi tidak melanggar aturan. Ini kuncinya. Jadi mudah, tidak melanggar aturan, dan itu sangat membahagiakan,” pesan Nur Kholis pada pelatihan pertemuan ke-4 dari serangkaian kegiatan pelatihan untuk peningkatan kemampuan teknologi informasi dan akademik di FIAI UII.
Narasumber dalam 4 seri pelatihan, yakni Prayitna Kuswidianta, Kepala Divisi Administasi Akademik dan Teknologi Informasi FIAI juga Mabdaul Basar, Pranata IT UII. Keempat materi mencoba memudahkan proses olah data untuk berbagai kepentingan tenaga kependidikan sesuai posisi struktural dan fungsional dengan basis sistem informasi. (YK 01/VIP)
