Tim Pengabdian Penerima Hibah YBW UII Kuatkan Kompetensi Digital Guru MI Nurul Ulum Bantul

oleh
Dr. Dra. Sri Haningsih, M.Ag ketua tim pengabdian penerima hibah YBW UII (foto: Srih)
Dr. Dra. Sri Haningsih, M.Ag ketua tim pengabdian penerima hibah YBW UII (foto: Srih)

Yogya, BnR News, — Yayasan Badan Wakaf Universitas Islam Indonesia (YBW UII) kembali memperkuat komitmennya dalam mendorong pemberdayaan pendidikan dasar Islam melalui Program Pengabdian Unggulan Hibah Kompetisi. Salah satu implementasinya diwujudkan dalam kolaborasi dosen UII penerima hibah bersama Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Ulum Kretek Bantul melalui Workshop Peningkatan Kompetensi Guru di Era Digital, 19 November 2025, dilanjutkan dengan serangkaian pendampingan hingga Januari 2026.

Salah satu tim pengabdian penerima hibah YBW UII, terdiri dari 3 dosen dan 2 mahasiswa, yakni diketuai oleh Dr. Dra. Sri Haningsih, M.Ag didukung anggota dari unsur dosen yakni Muhamad Syarif Hidayatulloh Lc. MA dan Anggi Arif Fudin Setiadi S.I.kom, M.I.kom. Sedang anggota dari unsur mahasiswa yakni Faizah Wahyu Ardlina dan Ma'rifah Nur Najma.

"Madrasah Ibtidaiyah (MI) merupakan lembaga pendidikan dasar Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan berkarakter Islami. Namun, tantangan pendidikan di era global menuntut madrasah untuk terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi manajemen, kurikulum, maupun kompetensi guru. Guru sebagai ujung tombak dalam proses pendidikan memiliki kedudukan yang sangat strategis," kata Dr Sri Haningsih sebagai ketua tim pengabdian.

Menurut Sri Haningsih, tim pengabdian ini memiliki pandangan bahwa mutu pembelajaran sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Oleh sebab itu, pengembangan kompetensi guru menjadi kunci utama dalam upaya pemberdayaan madrasah. Sehingga kegiatan pengabdian ini berfokus pada pemberdayaan Madrasah Ibtidaiyah melalui penguatan kompetensi guru pada empat ranah utama, yaitu pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian. Pertama, kompetensi pedagogik diarahkan agar guru mampu merancang pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Hal ini mencakup keterampilan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), penggunaan strategi dan metode pembelajaran inovatif, serta pemanfaatan media pembelajaran sederhana maupun berbasis teknologi digital. Kedua, kompetensi profesional ditingkatkan melalui penguasaan materi ajar sesuai dengan kurikulum MI serta kemampuan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan. Ketiga, kompetensi sosial difokuskan pada peningkatan keterampilan komunikasi, kolaborasi, serta membangun hubungan harmonis dengan siswa, sesama guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Keempat, kompetensi kepribadian diarahkan agar guru mampu menjadi teladan dalam berakhlak, berintegritas, serta memiliki kepribadian yang mantap dan stabil.

"Metode yang digunakan tim pengabdian berupa pelatihan, workshop, dan pendampingan berkelanjutan. Guru dilibatkan secara aktif dalam praktik penyusunan perangkat ajar, simulasi pembelajaran, serta refleksi hasil pelaksanaan di kelas. Selain itu, tim pengabdian memberikan modul pelatihan sebagai acuan praktis bagi guru dalam mengembangkan kompetensinya. Pendekatan partisipatif ini dipilih agar guru tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga menginternalisasi keterampilan dan nilai yang dilatihkan," ungkap Sri Haningsih menyampaikan hasil rumusan dari tim.

Salah satu kegiatan pengabdian: Workshop Peningkatan Kompetensi Guru di Era Digital, 19 November 2025

Imbuhnya, luaran dari kegiatan tim pengabdian ini meliputi 3 hal: Pertama, meningkatnya keterampilan guru MI dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif; (2) tersusunnya perangkat ajar berupa RPP, bahan ajar, dan media pembelajaran kreatif; (3) tersedianya modul pelatihan kompetensi guru; serta (4) meningkatnya motivasi, profesionalisme, dan kepercayaan diri guru dalam mendidik. Lebih jauh, outcome yang diharapkan adalah peningkatan mutu pembelajaran di madrasah, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa baik dalam aspek akademik maupun karakter. Salah satu aktivitas workshop para guru diberi pelatihan take video peningatakan pembelajaran yang inovatif (tugas bertahap dan dipublikasikan melalui akun You tube masing-masing guru MI Nurul Ulum sebagai peserta  workshop

Tambahnya ,pengabdian yang bersifat kolaboratif dosen PAI dan dosen Ilmu Komunikasi UII ini dengan luaran wajib berupa video pembelajaran aktif, modul ajar dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sinergi dengan kurikulum yang diberlakukan di MI Nurul Ulum. Dampak jangka panjang dari program ini adalah terwujudnya madrasah ibtidaiyah yang lebih berdaya, berkualitas, dan berdaya saing.

"Dengan guru yang kompeten, madrasah dapat melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan Islam di tingkat dasar, serta menjadi model pemberdayaan madrasah berbasis pengembangan kompetensi guru yang dapat direplikasi di madrasah lain," jelas Sri Haningsih.