YOGYA, BnR News,– Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menegaskan komitmennya dalam menjawab tantangan global melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat bertema “Pangan, Air, dan Energi: Mewujudkan Ketahanan Sumber Daya di Tengah Krisis Global.” UII melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII menyelenggarakan seminar untuk peningkatan kompetensi peneliti, dosen, dan praktisi dari 14 provinsi di ndonesia.
Prof. Dr. Jaka Nugraha, S.Si., M.Si. , Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik UII dalam sambutan pembuka menegaskan, “Di tengah dunia yang semakin tidak menentu, UII berkomitmen berkontribusi nyata bagi bangsa. Kolaborasi lintas disiplin, riset yang bermakna, dan nilai-nilai keislaman harus menjadi fondasi untuk Indonesia yang lebih baik.” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T. Direktur DPPM UII juga memberikan sambutan sekaligus wawasan.
“Kegiatan ini menjadi ruang berbagi hasil riset dan inovasi lintas bidang untuk memperkuat ketahanan sumber daya nasional. Tantangan pangan, air, dan energi tak bisa lagi dipisahkan, karena krisis di satu sektor akan berimbas pada sektor lainnya,” ujar Prof Eko.
Menurutnya, ada rasa bangga atas antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, sebagai cerminan semangat kolaborasi nasional untuk solusi berkelanjutan.
Sesi utama seminar menghadirkan dua narasumber nasional yang memberikan pandangan mendalam tentang masa depan sumber daya berkelanjutan. Narasumber pertama, Dr. Andes Hamuraby Rozak, Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN yang memaparkan arah riset biodiversitas nasional menuju Indonesia Maju melalui konservasi, inovasi bioteknologi, dan penguatan ekosistem riset. Narasumber kedua, Prof Ing. Ir. Widodo Brontowiyono, M.Sc., Guru Besar Teknik Lingkungan UII, yang membawakan orasi ilmiah bertajuk “Ketahanan Pangan, Air, dan Energi di Tengah Krisis Global.”
Dalam paparannya, Prof. Widodo menekankan bahwa krisis iklim, konflik geopolitik, dan ketimpangan ekonomi global telah memperlihatkan rapuhnya sistem sumber daya dunia. “Tidak ada pangan tanpa air dan energi; tidak ada energi tanpa air; dan air pun membutuhkan energi. Krisis satu sektor bisa menjalar ke seluruh sistem,” tegasnya.
Prof Widodo juga menyoroti pentingnya resilience thinking dan earth system interconnection, seraya mengajak perguruan tinggi untuk menjadi living laboratory of sustainability laboratorium hidup keberlanjutan yang melibatkan masyarakat.
Sebagai bentuk refleksi bersama, Prof Widodo sampaikan closing statement,“Menjaga bumi adalah bagian dari iman, karena iman sejati selalu melahirkan tindakan untuk melindungi kehidupan”.
Seminar nasional ini terselenggara berkat kerjasama kolaborasi dengan BRIN dalam rangka meneguhkan UII sebagai kampus yang memadukan ilmu, iman, dan inovasi untuk keberlanjutan bumi. Harapannya, melalui para peneliti dari berbagai wilayah, muncul langkah konkret untuk mewujudkan ketahanan sumber daya Indonesia yang tangguh dan berkeadilan ekologis. (YK 01/VIP)
